Rabu, 09 Desember 2020
TUGAS MENULIS BIOGRAFI TOKOH PARA PENDIRI NEGARA UNTUK MEMENUHI TUGAS SEMESTER 1
Selasa, 24 November 2020
BAB 3. ARTI PENTING UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 BAGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA ( Rabu, 25 November 2020)
Assalamu'alaikum Warrohmatullahiwabarokatuh
Selamat pagi ananda semua, semoga kalian semua dalam keadaan sehat selalu. Sebelum ananda mengerjakan tugas alangkah baiknya berdo'a terlebih dahulu. materi minggu ini kita masuk pada materi ARTI PENTING UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 BAGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA. Ananda yang punya buku paket PKn bisa mencari informasi di buku paket pada halaman 71 - 73. Untuk paham lebih mendalam ananda dapat memutar video yang tercantum diatas.
Baiklah setelah ananda semua mendalami informasi dari buku paket dan video tersebut, silahkan kerjakan tugas berikut!
1. Apa yang menjadi naskah hukum tertinggi di suatu negara?
2. Apa naskah hukum tertinggi hukum di Indonesia?
3. Jelaskan isi UUD 1945 itu?
4. Mengapa UUD 1945 kedudukannya sangat tinggi dan fundamental dalam perundang-undangan di Indonesia?
5. Mengapa setiap warga negara harus mematuhi UUD 1945 dan apa akibatnya jika UUD 1945 tidak dipatuhi oleh warga negara Indonesia ?
Silahkan dikerjakan dikertas double folio, tulis soal beserta jawabannya. Kumpulkan Rabu depan.
Nah jika tugas diatas sudah selesai dan masih ada waktu luang baca Peran Tokoh Perumus UUD 1945 ( Hal: 74) Carilah informasi dari materi tersebut dan buatlah tulisan tentang biografi salah satu tokoh perumus UUD 1945. Tuliskan pula sikap prilaku yang dapat kalian teladani dari tokoh tersebut! Tulis dengan tangan ya, bukan dicetak....karena kalian akan lebih paham jika ditulis dengan tangan.
Nah silahkan tinggalkan komentar yang baik dan sopan, sebagai absen
Minggu, 08 November 2020
LATIHAN SOAL DARING MINGGU KE 17 ( TANGGAL 9 NOVEMBER 2020)
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh
Selamat pagi siswa siswi SMP 1 semua yang ibuk sayangi, Apa kabar semua??.... semoga ananda semua selalu dalam kondisi baik, sehat lahir dan batin. tetap selalu semangat belajar. Mari kita awali hari ini dengan membaca doa. Baiklah hari ini, kita masih belajar daring ibuk memberikan soal latihan BAB 3, nah sebelum ananda mengerjakan soal latihan tersebut, baca dan pahami terlebih dahulu materi bab 3 tentang PERUMUSAN DAN PENGESAHAN UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 mulai dari halaman 63 sampai 67, setelah itu silahkan buka link berikut
KLIK LINK INI UNTUK MENGERJAKAN SOAL PILIHAN GANDA
Jangan lupa isi kolom komentar
Kamis, 05 November 2020
BAB 3. PERUMUSAN DAN PENGESAHAN UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (MINGGU 16, 4 NOV 2020)
PERUMUSAN
DAN PENGESAHAN UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PENDAHULUAN
Pada
bab 1, tentang sidang BPUPKI pertama, Muh Yamin menyatakan bahwa rakyat
Indonesia mesti mendapat dasar negara yang berasal dari peradaban bangsa
Indonesia, orang timur kembali pada peradaban timur, kita tidak boleh meniru
susunan negara dari negeri luar. Kita bangsa Indonesia yang beradab dengan
kebudayaan yang beribu tahun umurnya.
Dengan
pendalaman ilmu dan pemikiran akan nilai kebangsaan, para pendiri bangsa
menyepakati dasar negara Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang dijadikan
konstitusi negara atau hokum dasar negara. Tata penyelenggaraan negara harus
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kalian sebagai siswa yang merupakan warga
negara, generasi penerus bangsa semestinya memahami konstitusi negara sejak
dini.
PEMBAHASAN
1.
Perumusan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
Konstitusi dalam istilah bahasa yang berbeda-beda, seperti dalam bahasa Inggris “constitution” dalam bahasa belanda “Constitutie” dan dalam bahasa Jerman “Konstitution. Semua istilah tersebut yang berarti Undang-undang dasar atau hokum dasar.konstitusi Konstitusi terbagi menjadi dua, yaitu konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis. Konstitusi tertulis adalah aturan-aturan pokok dasar negara, bangunan negara dan tata negara yang mengatur perikehidupan satu bangsa di dalam persekutuan hukum negara. Konstitusi tidak tertulis disebut juga konvensi, yaitu kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul dalam sebuah negara (Budi Juliardi, 2015:66-67). Contoh konvensi dalam ketatanegaraan Indonesia antara lain pengambilan keputusan di MPR berdasarkan musyawarah untuk mufakat, pidato Presiden setiap tanggal 16 Agustus 1945 di depan sidang paripurna DPR, dan sebelum MPR bersidang, Presiden telah menyiapkan rancangan bahan-bahan untuk sidang umum MPR yang akan datang.
Menurut seorang sarjana hukum, E.C.S Wade Undang-Undang Dasar
adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badanbadan
pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan
tersebut. Di dalam negara yang menganut paham demokrasi, Undang-Undang Dasar
mempunyai fungsi yang khas, yaitu membatasi kekuasaan pemerintahan agar
penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. Dengan demikian,
diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindung. Gagasan ini disebut
dengan Konstitusionalisme (Miriam Budiardjo, 2002:96).
Negara Indonesia menganut paham konstitusionalisme
sebagaimana ditegaskan dalam pasal 1 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 yang berbunyi “Kedaulatan berada di tangaKonstitusi adalah hukum
dasar yang dijadikan pegangan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Oleh
karena itu, menurut Jimly Asshiddiqie (2008:5) konstitusi bukan undang-undang
biasa. Konstitusi tidak ditetapkan oleh lembaga legislatif biasa, tetapi oleh
badan khusus dan lebih tinggi kedudukannya. Dalam hierarki hukum, konstitusi
merupakan hokum yang paling tinggi dan fundamental sifatnya sehingga
peraturan-peraturan dibawahnya tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang
Dasar.
Merujuk buku Konstitusi
dan Konstitusionalisme karangan
Jimly Asshiddiqie, disebutkan bahwa
naskah UUD 1945 pertama
kali dipersiapkan oleh
BPUPKI. Hal itu
dilakukan pada masa sidang kedua
tanggal 10 Juli sampai
dengan 17 Juli 1945, saat itu
dibahas hal-hal teknis
tentang bentuk negara dan
pemerintahan baru yang
akan dibentuk. Dalam
masa persidangan kedua
tersebut, dibentuk Panitia
Hukum Dasar dengan
anggota 19 orang yang diketuai
oleh Ir. Soekarno.
Kemudian, Panitia ini membentuk
Panitia Kecil lagi yang
diketuai oleh Soepomo dengan
anggota terdiri atas
Wongsonegoro, R. Soekardjo,
A.A. Maramis, Panji
Singgih, H. Agus Salim dan
Sukiman. Panitia Kecil
Perancang Undang-Undang Dasar,
pada tanggal 13 Juli 1945 berhasil membahas beberapa
hal dan menyepakati antara lain ketentuan tentang Lambang Negara, Negara
Kesatuan, sebutan Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan membentuk Panitia
Penghalus Bahasa yang terdiri atas Djajadiningrat, Salim, dan Soepomo.
Rancangan Undang-Undang Dasar diserahkan kepada Panitia Penghalus Bahasa.
Pada tanggal 14 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang
dengan agenda ”Pembicaraan tentang pernyataan kemerdekaan”. Panitia Perancangan
Undang-undang Dasar melaporkan hasilnya. Pasal-pasal dari rancangan UUD berjumlah
42 pasal. Dari 42 pasal tersebut, ada 5 pasal masuk tentang aturan peralihan
dengan keadaan perang, serta 1 pasal mengenai aturan tambahan. Pada sidang
tanggal 15 Juli 1945 dilanjutkan dengan acara ”Pembahasan Rancangan
Undang-Undang Dasar”. Saat itu Ketua Perancang Undang-Undang Dasar, yaitu
Soekarno memberikan penjelasan tentang naskah yang dihasilkan dan mendapatkan
tanggapan dari Moh. Hatta, lebih lanjut Soepomo, sebagai Panitia Kecil
Perancang Undang- Undang Dasar, diberi kesempatan untuk memberikan
penjelasan terhadap naskah Undang-Undang Dasar. Penjelasan Soepomo, antara lain
menjelaskan betapa pentingnya memahami proses penyusunan Undang-Undang Dasar
(Sekretariat Negara Indonesia, 1995 :264).
2. Pengesahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang menggantikan BPUPKI melaksanakan sidang, yakni pada tanggal 18 Agustus 1945. Ir. Soekarno, sebagai Ketua PPKI, dalam sambutan pembukaan sidang dengan penuh harapan mengatakan sebagai berikut (Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1995 :413). ”Saya minta lagi kepada Tuan-tuan sekalian, supaya misalnya mengenai hal Undang-Undang Dasar, sedapat mungkin kita mengikuti garisgaris besar yang telah dirancangkan oleh Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai dalam sidangnya yang kedua. Perobahan yang penting-penting saja kita adakan dalam sidang kita sekarang ini. Urusan yang kecil-kecil hendaknya kita kesampingkan, agar supaya kita sedapat mungkin pada hari ini pula telah selesai dengan pekerjaan menyusun Undang-Undang Dasar dan memilih Presiden dan Wakil Presiden.”
Harapan Soekarno di atas mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari para anggota PPKI. Moh. Hatta yang memimpin jalannya pembahasan rancangan Undang-Undang Dasar dapat menjalankan tugasnya dengan cepat. Proses pembahasan berlangsung dalam suasana yang penuh rasa kekeluargaan, tanggung jawab, cermat dan teliti, dan saling menghargai antaranggota. Pembahasan rancangan Undang-Undang Dasar menghasilkan naskah Pembukaan dan Batang Tubuh. Undang-Undang Dasar ini, dikenal dengan sebutan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui Berita Republik Indonesia tanggal 15 Februari 1946, Penjelasan Undang-Undang Dasar menjadi bagian dari Undang-Undang Dasar 1945. pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden. Risalah sidang PPKI mencatat sebagai berikut (Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1995 :445-446).
Anggota OTTO ISKANDARDINATA :
Berhubung dengan keadaan waktu saya
harap supaya pemilihan Presiden ini diselenggarakan dengan aklamasi dan saya
majukan sebagai calon, yaitu Bung
Karno sendiri. (Tepuk tangan Pun untuk memilih Wakil Kepala Negara Indonesia
saya usulkan cara yang baru ini dijalankan. Dan saya usulkan Bung Hatta
menjadi Wakil Kepala Negara Indonesia.
(Tepuk tangan) (Semua anggota berdiri dengan menyanyi lagu Indonesia Raya.
Sesudahnya diserukan ”Hidup Bung Hatta” 3x)
Dalam
persidangan PPKI tanggal 18 Agustus 1945, di hasilkan keputusan sebagai
berikut.
a)
Mengesahkan UUD 1945.
b)
Menetapkan Ir. Soekarno sebagai
presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden Republik Indonesia.
c)
Membentuk Komite Nasional Indonesia
Pusat.
Sidang
PPKI telah melakukan beberapa perubahan rumusan pembukaan UUD naskah Piagam
Jakarta dan rancangan batang tubuh UUD
hasil sidang kedua BPUPKI.
Empat perubahan yang disepakati tersebut antara lain sebagai berikut.
a)
Kata Mukaddimah diganti dengan kata Pembukaan.
b)
Sila pertama, yaitu Ketuhanan dengan kewajiban
menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
diganti dengan rumusan ”Ketuhanan Yang
Maha Esa.”
c) Perubahan pasal 6 UUD yang berbunyi ”Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam” menjadi ”Presiden ialah orang Indonesia asli.”
Dalam persidangan PPKI tanggal 18
Agustus 1945, di hasilkan keputusan sebagai berikut.
a)
Mengesahkan UUD 1945.
b)
Menetapkan Ir. Soekarno sebagai
presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai
wakil presiden Republik Indonesia.
c)
Membentuk Komite Nasional Indonesia
Pusat.Sidang PPKI telah melakukan beberapa perubahan rumusan pembukaa
UUD naskah Piagam Jakarta dan rancangan batang tubuh UUD hasil sidang kedua BPUPKI. Empat perubahan yang disepakati tersebut antara lain sebagai berikut.
a)
Kata Mukaddimah diganti dengan kata Pembukaan.
b) 1. Sila pertama, yaitu Ketuhanan dengan kewajiban
menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk- pemeluknya” diganti dengan rumusan
”Ketuhanan Yang Maha Esa.”
c) 2. Perubahan pasal 6 UUD yang berbunyi ”Presiden ialah orang
Indonesia asli yang
beragama Islam” menjadi ”Presiden ialah orang Indonesia asli.”
d) 3. Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi
”Negara berdasar atas Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi
pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi pasal 29 UUD 1945 yang berbunyi ”Negara
berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.”
UJIAN TENGAH SEMESTER (30 SEPTEMBER 2020)
UJIAN TENGAH SEMESTER PPKN KELAS 7 SECARA DARING DIADAKAN PADA TANGGAL HARI RABU 30 SEPTEMBER 2020. SEDANGKAN SECARA LURING SISWA DI INTRUKSIKAN UNTUK MENGAMBIL SOAL DI SEKOLAH MULAI HARI SENIN TANGGAL 5 OKTOBER.
LINK SOAL UTS SEBAGAI BERIKUT
https://docs.google.com/forms/d/1isYORN0JoEsqyZgQYOLocqM1SoMXgLCvkH99cA1udmY/edit
SOAL UH 2
UH 2 DIUJIKAN SECARA DARING ATAU ONLINE MENGGUNAKAN GOOGLE DRIVE DENGAN SOAL PILIHAN GANDA YANG MANA MASING MASING KELAS MENGGUNAKAN LINK YANG BERBEDA.
LINK DALAM FOLDER TERSEBUT SEBAGAI BERIKUT
https://drive.google.com/drive/u/0/folders/1JcCeJCqyUarN4TbiEHt1Kmdi0KKKzQE4
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020 Materi Minggu ke-10 (Perilaku Sesuai Norma dalam Kehidupan Sehari-hari)
Perilaku
Sesuai Norma dalam Kehidupan Sehari-hari
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Kepada
ananda siswa –siswi smp 1 Pangkalan Kerinci yang ibuk sayangi semoga kalian semua dalam keadaan
sehat selalu. Materi mata pelajaran PKn masuk pada materi hal. 58 yaitu Perilaku
Sesuai Norma dalam Kehidupan Sehari-hari, silahkan baca materi dibawah ini dan tugas untuk minggu ke 10 ada dibawah materi yang tulis dalam huruf cetak tebal.
Perilaku Sesuai Norma
dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketataan adalah sikap patuh pada
aturan yang berlaku. Kepatuhan harus
muncul dari dorongan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik.
bukan disebabkan oleh adanya sanksi atau hadirnya aparat negara. Sikap taat akan muncul pertama
kali dalam diri sendiri apabila sudah menjadi
kebiasaan. Di mana
pun berada, tentunya akan selalu menaati norma yang berlaku. Sikap patuh
terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bukan
lahir karena keadaan terpaksa, takut dikenakan sanksi atau karena
kehadiran aparat penegak hukum.
Kepatuhan harus muncul dari dorongan
tanggung jawab kalian sebagai warga negara yang baik. Sikap patuh akan muncul
pertama kali dalam diri sendiri apabila sudah menjadi kesadaran. Kesadaran diri
akan arti penting, tujuan dan fungsi norma dalam kehidupan akan mendorong
seseorang terbiasa untuk mematuhi norma-norma yang berlaku.
Munculnya kesadaran diri untuk patuh pada norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat harus dibiasakan sejak dini, Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kalian membina sikap dan budaya sebagai berikut.
a) Budaya malu, yaitu sikap malu jika melanggar
aturan. Misalnya, malu datang terlambat hadir di sekolah.
b) Budaya tertib, yaitu
membiasakan bersikap tertib di mana pun kalian berada. Misalnya, mengikuti antrian sesuai dengan nomor antrian.
c) Budaya bersih, yaitu sikap
untuk berkata dan berperilaku jujur dan bersih dari tindakan-tindakan
kotor. Misalnya tidak menyontek ketika ulangan atau ujian.
Dalam
kehidupan sehari-hari masih banyak ditemukan perilaku tidak patuh terhadap
norma. Ada beberapa penyebab kesadaran terhadap kepatuhan pada norma-norma
dalam kehidupan masih rendah, yaitu sebagai berikut.
a) Faktor pribadi, yaitu berkaitan atau sifat dan
karakter dalam diri sendiri yang belum memiliki
kesadaran berlaku taat aturan.
b) Faktor lingkungan, yaitu pengaruh lingkungan
kehidupan baik keluarga maupun masyarakat yangbelum memberikan daya dukung
terhadap pembentukan watak patuh pada aturan. Misalnya, karena kurangnya
perhatian dari orangtua, pergaulan dengan teman sebaya yang tingkah lakunya
kurang baik, atau tinggal di lingkungan
yang kurang teratur dan kumuh.
Dalam
kehidupan di masyarakat, penetapan norma ada yang ditentukan oleh Ketua Adat (tokoh yang berpengaruh dalam
masyarakat itu), ada pula yang ditentukan
berdasarkan kesepakatan bersama (konsensus), baik melalui musyawarah maupun
melalui pemungutan suara. Kenyataa
seperti itu banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam lingkup pergaulan di sekolah, organisasi,
atau negara.
Suatu
norma dalam masyarakat untuk menjadi aturan yang nyata berlaku perlu melalui proses sosialisasi. Pertama,
aturan harus diketahui oleh
anggota masyarakat, melalui pemberitahuan di media massa, penyuluhan, atau
penyebaran infomasi. Selanjutnya peraturan akan diakui oleh anggota masyarakat, artinya masyarakat akan merasa
memiliki aturan tesebut dan terikat oleh
aturan. Tahap selanjutnya aturan akan dihargai oleh masyarakat. Suatu aturan
akan dihargai apabila masyarakat memahami
tentang tujuan dan manfaat norma. Apabila masyarakat menyadari bahwa
aturan tersebut memang diperlukan dan memiliki manfaat bagi semua orang, maka
aturan akan lebih mudah akan ditaati.
Setelah kalian baca materi diatas, tugas yang harus kalian selesaikan adalah membuat Slogan tentang tiga budaya yang sudah kalian baca diatas, buatlah dengan tulisan dan gambar semenarik mungkin yang kalian bisa. Kerjakan dikertas gambar, pilihlah satu saja dari tiga budaya tersebut, kalian bisa browsing ide atau ide kalian sendiri dari kehidupan kalian sehari-hari yang berkaitan dengan tiga budaya tersebut.
Selamat mengerjakan, tetap semangat dan tetap jaga kesehatan.......
Ibuk ingatkan minggu depan Insya Allah kita ulangan ya, karena kini lingkungan kita masuk zona merah jadi kita ulangannya pakai sistem online pilihan ganda.
Silahkan kepada ananda boleh tulis komentarnya dengan baik dan sopan



